Home FOTOGRAFI Apa itu aperture? Simak Ulasan Lengkap Berikut Ini!

Apa itu aperture? Simak Ulasan Lengkap Berikut Ini!

by Fitno Khaizan

Apa itu aperturePenjelasan Lengkap Mengenai apa itu aperture pada Kamera – Dunia fotografi memang menyenangkan dan banyak hal menarik untuk dipelajari. Memang bukan hobi yang murah meriah,

Namun hobi yang membutuhkan kesabaran ini mampu memberikan Anda peluang untuk mendapatkan uang jutaan rupiah hanya dengan satu kali jepretan saja. Sungguh angka yang fantastis bukan, hanya untuk satu foto saja loh!

Sayangnya, untuk mendapatkan kesempatan itu tentu saja dibutuhkan keahlian yang bagus dan pengalaman yang melimpah. Sebagai pendatang baru di dunia fotografi Anda pasti tahu dengan hal tersebut bukan?

Tetapi Anda tidak perlu khawatir, dengan kesabaran dan ketekunan suatu hari nanti Anda pasti menjadi salah satu fotografer profesional yang berpenghasilan yang luar biasa banyak.

Anda bisa memulai perjalanan karir Anda dengan mempelajari hal mendasar dan sederhana terlebih dahulu. Tapi apakah kamu tahu apa itu aperture? dimana ini merupakan salah satu komponen penting yang harus Anda ketahui.

Berikut adalah ulasan lengkapnya baca dan pahamilah dengan baik ulasan berikut ini agar wawasan Anda semakin bertambah.

Mengenal Apa Itu Aperture Kamera?

aperture pada kameraBagi orang yang masih pemula dan baru terjun pada dunia fotografi, bisa dipastikan bahwa sebelumnya Anda pasti pernah mendengar istilah ini diucapkan oleh orang lain, maupun Anda baca di suatu judul buku.

Untuk bisa menjadi fotografer profesional, Anda harus tahu seluk beluk alat yang akan Anda gunakan untuk menghasilkan gambar atau foto bukan?

Apa itu aperture? aperture pada dasarnya digunakan untuk mengatur atau mengontrol cahaya yang masuk ke lensa kamera. Jika di analogikan, aperture itu seperti gorden jendela rumah atau kamar yang bisa Anda buka dan tutup sesuka hati.

Semakin lebar aperture yang Anda buka, maka akan semakin tinggi intensitas cahaya yang masuk ke lensa dan begitu juga sebaliknya.

Cara untuk mengaturnya adalah dengan membuka dan menutup bagian seperti bilah kipas yang terdapat pada ujung bagian depan lensa. Pada dunia fotografi, bilah kipas yang berperan sebagai bukaan lensa ini disebut dengan istilah blade.

Anda sekarang mungkin penasaran mengapa jumlah cahaya yang masuk ke lensa perlu diatur sedemikian rupa bukan? Apalagi sebelumnya perangkat untuk mengambil foto yang pernah Anda gunakan hanyalah kamera ponsel pintar, dimana Anda tidak perlu melakukan hal itu. Gimana, Sudah paham Apa itu aperture?

Baca Juga:

Fungsi Dari Pengaturan Aperture Pada Kamera

Fungsi Dari Pengaturan Aperture Pada KameraPada dasarnya fungsi dari settingan adalah untuk mengatur cahaya yang akan masuk ke lensa kamera. Dan fungsi dari pengaturan aperture ini berhubungan dengan hasil akhir dari foto itu sendiri, yaitu foto yang memiliki keseimbangan eksposur yang sempurna.

Sebelum Anda mengetahui apa itu keseimbangan eksposur dan bagaimana cara mengaturnya, Anda perlu memahami iso atau shutter speed terlebih dahulu. Namun disini saya bahas dulu shutter speed, karena shutter speed ini akan menentukan eksposure dari foto itu sendiri.

Shutter speed ini merupakan kecepatan dari kamera untuk menangkap gambar. Semakin cepat sebuah kamera menangkap gambar maka mampu pula kamera tersebut untuk mengabadikan momen benda bergerak dengan kualitas gambar yang bagus.

Namun ketika shutter semakin cepat maka akan mempengaruhi jumlah cahaya yang masuk ke lensa sehingga penting sekali untuk mengaturnya pada kamera agar menghasilkan foto yang maksimal.

Nah, jadi ketika Anda ingin memotret objek dengan cepat, maka Anda perlu mengatur nilai aperture pada nilai yang rendah, agar blade terbuka lebar dan jumlah cahaya yang masuk banyak. Sehingga foto yang dihasilkan memiliki eksposur yang sesuai dan tidak terlalu gelap.

Ukuran Lebar Aperture Pada Kamera

ukuran lebar aperture kamera

Untuk membuka bukaan diafragma ada satuan ukuran tersendiri. Satuan ini dinamakan dengan satuan F stop. Anda bisa menemukan huruf F ini pada lensa kamera, anda bisa lihat pada gambar diatas.

Contohnya adalah f/1.8, f/2.8, dan f/5.6. Semakin kecil nilai aperture ini maka semakin lebar blade aperture akan terbuka. Dan semakin besar nilainya akan semakin kecil blade aperture terbuka.

Setiap lensa kamera memiliki nilai aperture yang berbeda-beda, Dan tentu saja untuk keperluan memotret yang berbeda-beda, maka sebelum Anda menentukan ingin membeli lensa,

Anda perlu memikirkan terlebih dahulu lensa tersebut nantinya akan digunakan untuk apa. Namun, sebagian besar fotografer akan memilih lensa dengan besar angka aperture pada kamera yang memiliki nilai f kecil.

Lalu bagi Anda yang hanya memiliki satu lensa saja dan memiliki keterbatasan untuk membeli lensa, pasti sekarang sedang kebingungan bukan?

Anda pasti juga bertanya-tanya apakah hanya dengan satu lensa saja Anda tidak bisa memotret di berbagai momen. Jawabannya ada di bagian ulasan di bawah ini.

Pergantian Aperture Pada Kamera

Pergantian Aperture Pada KameraPada dasarnya aperture dan lensa kamera bisa dibongkar pasang. Sehingga Anda bisa menggunakan aperture yang bermacam-macam baik untuk kamera analog maupun kamera DSLR.

Pada lensa kamera terdapat penjelasan mengenai aperture yang didukung oleh lensa tersebut. Jadi ketika ingin membeli aperture baru untuk lensa kamera, Anda perlu memperhatikan nilai aperture yang dimiliki lensa tersebut terlebih dahulu.

Apabila lensa bisa mendukung range yang luas, maka Anda bisa menambahkan aperture pada kamera lensa tersebut, baik itu lebih kecil dari yang sudah ada maupun yang lebih besar lagi.

Sebenarny sebagai pemula Anda cukup memiliki aperture yang bisa digunakan untuk memotret momen cepat dan momen lambat. Maka apabila aperture yang Anda miliki sudah mendukung, Anda tidak perlu membelinya lagi.

Berkaitan Dengan Depth of Field

Berkaitan Dengan Depth of FieldSampai sekarang ini banyak sekali bermunculan model hasil foto yang bermacam-macam. Namun yang paling banyak dicari dan diburu oleh para fotografer baik itu pemula maupun profesional adalah efek hasil akhir foto yang memiliki latar belakang blur.

Dan model latar belakang blur ini diterapkan pada semua objek foto yang dipotret. Baik itu manusia, binatang, maupun tumbuhan yang paling dicari adalah yang backgroundnya blur.

Untuk mendapatkan hasil foto yang seperti itu Anda perlu mempelajari hal baru, yaitu depth of field. Istilah ini adalah nama lain dari area fokus. Area fokus sendiri adalah area dimana lensa kamera menangkap gambarnya dengan jelas dan tajam.

Kombinasi antara area fokus dan aperture ini akan sangat berperan penting untuk menghasilkan background foto yang blur.

Anda perlu menggunakan aperture kecil untuk mendapatkan area fokus sempit dimana hanya objek fotonya yang tajam dan selebihnya akan blur. Itulah cara untuk menghasilkan foto yang fokusnya hanya pada objek foto saja.

Dan apabila Anda ingin hasil foto yang semuanya jelas dan tajam Anda tinggal menutup bilah aperture. Bagaimana menurut Anda, mudah bukan untuk menghasilkan foto background blur?

Demikianlah ulasan lengkap mengenai apa itu aperture pada kamera yang harus dipelajari oleh para pemula di dunia fotografi. Mengingat pentingnya mengatur kecil atau besar aperture pada lensa terbuka,

Untuk menghasilkan foto yang berkualitas, maka selain mempelajari teorinya Anda harus sering-sering latihan mengambil foto. Karena sekedar teori saja tidak akan bisa membuat Anda menjadi fotografer profesional.

Related Articles

Leave a Comment