Home FOTOGRAFI 2 Fungsi Diafragma Pada Kamera

2 Fungsi Diafragma Pada Kamera

by Fitno Khaizan

Fungsi Diafragma Pada KameraMengenal Fungsi Diafragma Pada Kamera- Dalam ilmu fotografi, pastinya bayak hal- hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Agar pada saat memotret menghasilkan gambar yang berkualitas. Kebanyakan orang yang tidak memiliki skill dalam dunia fotografi, pada saat mengambil gambar pasti tidak sebagus seorang fotografer.

Sebenarnya, semua orang pasti bisa mengambil gambar dengan kualitas bagus asalkan mengerti teknik dan fungsi dari komponen- komponen yang terdapat di dalam kamera. Salah satunya yaitu diafragma pada kamera.

Setiap kamera pasti dilengkapi dengan yang namanya diafragma. Apa itu diafragma kamera? Nah, untuk lebih jelasnya maka berikut ini kami akan sajikan informasi seputar pengertian diafragma pada kamera,

fungsi diafragma pada kamera juga hal- hal lain yang berkaitan dengan diafragma camera. jadi, apa fungsi diafragma? Yuk simak ulasannya dibawah ini.

Pengertian Diafragma Pada Kamera

fungsi diafragma pada kamera adalahDiafragma kamera adalah sekelompok komponen kecil yang ada di dalam lensa kamera. Diafragma kamera memiliki bentuk pipih dan terdapat aperture di tengahnya. Diafragma kamera terdiri dari beberapa lembar logam.

Dimana logam tersebut dapat diatur untuk mengubah ukuran lubang yang dimiliki kamera, biasanya hal ini disebut dengan aperture. Aperture sendiri memiliki arti membuka, sehingga dapat dirujuk ke pembukaan dalam lensa.

Dan dari sinilah nanti cahaya akan masuk ke lensa kamera guna mencapai sensor. Jadi, diafragma ini mempunyai prinsip kerja yang serupa dengan pupil mata pada manusia

Dalam setiap kamera, pasti akan dilengkapi dengan diafragma. Hal ini karena diafragma adalah salah satu faktor yang bisa mempengaruhi banyak atau tidaknya cahaya yang diterima pada suatu foto ataupun gambar.

Dan faktor yang lain yang mempengaruhi banyak atau tidaknya intensitas cahaya itu ada shutter speed dan ISO sehingga ketiganya ini memiliki fungsi yang saling berhubungan.

Sebenarnya, diafragma ini memiliki sebuah lubang yang dapat mengontrol jumlah cahaya kecil atau besarnya. Dan letaknya pun terdapat di lensa kamera. Maka dari itu, setiap lensa yang ada di sebuah kamera pasti mempunyai kemampuan untuk menutup dan membuka ukuran diafragma yang berbeda.

Misalnya saja pada kamera dengan lensa 17 – 50 mm f/.28, ini memiliki arti jika lensa kamera tersebut mampu membuka bukaan diafragma sampai ke nilai 28,

Dan akan berbeda jika ada lensa kamera yang memiliki ukuran 18- 55 f/3.5-5.6 ini akan diartikan bahwa lensa hanya dapat membuka bukaan diafragma hingga di angka 3.5 saja.

Inilah Fungsi Diafragma Pada Kamera

Apakah Kegunaan Diafragma Pada KameraDiafragma pada kamera tentunya memiliki kegunaan yang sangat penting sekali. Diantaranya fungsi diafragma pada kamera adalah sebagai berikut.

1. Mengatur Seberapa Banyaknya Cahaya Yang Masuk

Di kamera biasanya terdapat angka yang akan di tampilkan dengan lambang f/. Ini merupakan ukuran diafragma yang ada dalam lensa kamera tersebut.

Jika simbol f ini dirubah ataupun kamera yang menyesuaikan f, maka ukuran dari pembukaan diafragma pada kamera akan berubah dan sekaligus juga akan mengubah jumlah cahaya yang telah mencapai sensor dari gambar yang mau di ambil.

Jika pembukaan diafragma ini sedang terbuka, maka kemungkinan besar cahaya yang masuk kedalam kamera akan semakin besar. Dan jika pembukaan diafragma tertutup, maka pembukaannya akan semakin menyempit, sehingga cahaya yang masuk ke dalam lensa kamera akan berkurang.

Jika memiliki kamera yang ukuran f numbernya kecil, maka di sarankan untuk memotret di tempat yang lebih redup. Hal ini karena akan membuat cahaya yang masuk kedalam lensa kamera lebih banyak.

2. Mengontrol Ukuran Depth of Field

Fungsi ini dapat dikatakan bahwa diafragma pada kamera memiliki kegunaan untuk mengatur tingkat ke fokusan suatu kamera. Jadi, apabila aperture yang dimiliki kamera tersebut berukuran kecil,

Maka tingkat depth of field akan semakin besar. Sehingga semua subjek yang akan dipotret baik itu latar depan atau latar belakangnya bisa fokus.

Dan jika aperture nya itu lebar, maka tingkat depth of field nya itu dangkal. Sehingga pada efek ini Anda bisa membuat fokus di latar depan dan menciptakan efek buram pada latar belakang.

Maka hasil gambar pada latar belakang akan semakin tajam dan di latar belakangnya agak buram. Intinya, jika Anda akan mengambil bidikan dengan aperture yang dibuka seluruhnya, maka area yang terdapat di dalam fokus akan menjadi lebih sempit.

Artikel Terkait :

Sehingga latar belakangnya akan tampak begitu buram.  Dan jika ingin mengambil bidikan dengan aperture yang kecil maka gambar yang akan dihasilkan itu tajam saat berada dalam fokus latar belakang ataupun latar depan.

Jadi, dapat di simpulkan bahwa fungsi diafragma pada kamera yang paling utama itu ada dua yaitu untuk mengontrol besar kecilnya cahaya yang masuk dan yang kedua untuk mengontrol ketajaman foto atau gambar yang diambil.

Mengingat diafragma pada kamera ini memiliki fungsi untuk memberhentikan cahaya yang akan masuk ke bidang fokal, maka diafragma ini juga dapat disebut sebagai stop, field stop, blind dan flare stop.

Maka dari itu, diafragma pada kamera selalu diletakkan di jalan masuk antara bidang fokal, lensa dan subjek. Dan titik tingkap pada diafragma ini adalah sumbu otomatis yang dimiliki oleh suatu lensa.

Tips Dalam Mengatur Bukaan Diafragma

diafragma lensaDalam mengatur bukaan diafragma pada lensa kamera sebaiknya dalam melakukan stopping down aperture secara efektif harus berhati- hati. Hal ini karena jika Anda menggunakan aperture dengan ukuran yang terlalu sempit maka akan terjadi yang namanya difraksi.

Difraksi ini merupakan keadaan dimana bukaan diafragma terlalu sempit sehingga menyebabkan cahaya ketika masuk kedalam lensa kamera akan melengkung.

Dan hal ini akan mengakibatkan cahaya yang dipantulkan tidak akan beraturan di seputar bilah aperture tersebut. jika cahaya sudah tidak beraturan, maka gambar atau foto yang dihasilkan akan terlihat tidak tajam.

Jadi, jika Anda ingin mengambil gambar dan memperdalam fokusnya maka sebaiknya nilai aperture yang digunakan mulai dari f/8 sampai f/11.

Pada diafragma kamera, Anda pasti akan mendengar istilah aperture maksimum lensa. Sebenarnya apa sih aperture maksimum lensa itu? Dalam istilah yang awam, nilai aperture maksimum lensa ini merupakan kecerahan pada saat aperture tersebut terbuka seluruhnya.

Dan pada istilah teknis, aperture maksimum lensa ini adalah sebuah fungsi inversi diameter lensa yang efektik dan dibagi dengan focal length atau panjang fokus. Dan kesimpulannya jika pembukaan aperture pada kamera semakin besar, maka nilai aperture tersebut akan semakin kecil.

Nah, itulah informasi yang bisa kami bagikan seputar fungsi diafragma pada kamera. Jadi, ketika Anda ingin mengambil objek gambar, maka harus benar- benar memperhatikan komponen yang ada di dalam kamera seperti halnya diafragma.

Karena fungsi diafragma kamera ini memiliki kegunaan yang sangat penting pada saat proses pengambilan gambar. Diafragma kamera akan mempengaruhi kualitas dari gambar yang dihasilkan.

Sehingga jika gambar yang dihasilkan sangat bagus dan berkualitas, maka Anda tidak akan kalah dengan para fotografer yang handal. itulah penjelasan mengenai fungsi diafragma dalam kamera semoga bermanfaat bagi pembaca.

Related Articles

Leave a Comment