Home FOTOGRAFI 11 Tips Komposisi Fotografi Untuk Foto Model Cantik

11 Tips Komposisi Fotografi Untuk Foto Model Cantik

by Fitno Khaizan

komposisi fotografi model11 Tips Komposisi Fotografi untuk model: Salah satu hal yang sangat penting dalam menghasilkan gambar yang dapat membuat orang yang melihat foto anda menjadi tertarik dan terkesan adalah bagaimana anda membingkai serta menyusun hasil foto anda.

Mengapa elemen elemen ini sangat penting? Karena hal tersebut bisa membuat orang lain dapat merasakan keindahan potret atau foto tersebut. Dalam dunia fotografi, seorang fotografer dituntut untuk membuat foto yang menarik agar tidak terkesan monoton dan benar benar menjadi seseorang yang handal,

Maka mengetetahui teknik komposisi, dan mengenal komposisi itu seperti apa, saya rasa perlu untuk di pelajari secara  bertahap. dengan begitu, ini akan menjadikan kamu lebih kreatif dan banyak ide.

Pada artikel ini, kami akan mengulas untuk anda beberapa aturan yang bisa anda terapkan sehingga dapat meningkatkan kemampuan anda memotret.

Terutama jika kamera anda prioritasnya digunakan untuk memotret model dengan komposisi yang lebih baik. Pelajarilah beberapa aturan komposisi dan bagaimana cara menerapkannya secara efektif, seperti beberapa tips yang bisa anda coba berikut ini:

1. Ambil Gambar dari Jarak Dekat ( fill the frame)

komposisi Jarak Dekat fill the frameSecara umum, setiap pemula dalam bidang fotografi biasanya memasukkan terlalu banyak unsur ke dalam fotonya, namun ruang yang kosong begitu banyak disekitar subjek. Demikian juga ketika memotret. Tidak sedikit yang menggunakan lensa dengan jarak fokus sekitar 50mm.

Posisi menempatkan objek utama yang terlalu jauh dari model akan mengakibatkan subjek yang dipotret akan terlihat kecil pada tampilan gambar/foto. Oleh karena itu, Anda harus menghilangkan keraguan untuk mendekati subjek sampai jarak terdekat.

Apalagi jika anda memakai lensa dengan focal length yang lebih pendek, alangkah baiknya apabila anda memotret subjek dengan posisi yang lebih dekat. Sebagai pembelajaran, lakukan dua perbandingan berikut:

  • Pertama, mendekatlah kepada subjek dengan lensa tele pada pengaturan 120mm
  • Kedua, memotretlah dengan lensa berukuran 50mm (pada kamera full frame) dengan posisi agak jauh dari subjek. Perhatikan hasil potret manakah anda rasa lebih fokus dan dekat dengan model?

2. Gunakan Komposisi Rule of Thirds (Rumus Sepertiga)

Gunakan Komposisi Rule of ThirdsMemotret model atau orang dengan memposisikan mereka berada tepat di tengah frame foto adalah hal yang membosankan dan biasa saja.

Anda dapat menerapkan prinsip Rule of Thirds dalam proses fotografi anda, caranya yaitu dengan tidak menempatkan subjek berada ditengah-tengah bidang foto.

Terdapat dua alternatif dalam menambahkan komposisi pada foto yang sama ketika pemotretan untuk menambah daya tarik. Pertama, dengan tidak menempatkan model berada di tengah tampilan gambar, karena tidak akan mendapatkan hasil foto yang lebih berwarna.

Kedua, dengan memotong sebagian kecil dari ruang yang kosong agar model tidak lagi terlihat berada di tengah-tengah bidang foto, cara ini dapat membuat tampilan foto lebih dinamis dan fokus dari yang sebelumnya.

Secara umum, cara yang lebih baik untuk memotret head shots adalah dengan melakukannya secara horisontal. Namun sebenarnya, Anda juga bisa mencobanya secara vertical dan tetap memperoleh hasil foto terbaik.

Untuk melakukan pemotretan secara vertical, anda dapat menggunakan mata subjek anda sebagai fokus utama untuk memenuhi prinsip the rule of thirds. Cara ini sedemikian rupa tidak diatur, namun lebih lanjut pada lain kalimat akan dibahas mengenai pemahaman terkait aturan-aturan,

Namun pada poin ini, yang paling penting adalah Anda coba mulai saja dulu. Mungkin akan lebih menarik jika anda mencoba sedikit memiringkan kamera anda dan menempatkan mata model secara tepat sebagai focus utama.

Jadi, meskipun model ditempatkan pada posisi antar sudut, perhatikan hubungan antara wajah dan mata pada tampilan, apabila disekitar subjek ingin anda sisakan banyak ruang maka ketahuilah mengapa hal tersebut harus anda lakukan.

Ruang yang Anda sisakan di sekita subjek harus difungsikan dan dibuat dengan tujuan dan maksud tertentu serta. Tentu ada banyak alasan mengapa disekitar subjek perlu anda sisakan sedikit ruang. Jangan lupa untuk memperhatikan seberapa banyak ruang yang cukup yang dapat disisakan.

3. Kasih Ruang Kosong Di Atas Kepala Subjek

Ruang Di Atas Kepala SubjekSebelumnya sudah kita bahas terkait pendekatan terhadap subjek. Nah, tantangan lainnya yang sedikit bertolak belakang yaitu tidak tersedia ruang yang cukup di bagian atas kepala subjek.

Anda tentu tidak mau kalau tampilan hasil foto terlihat sangat pas-pasan dan terlalu sempit tampilannya. Oleh karena itu, sebaiknya sisakanlah sedikit ruang supaya hasil foto tampak lebih bagus.

Poin ini perlu anda coba dan praktekkan sehingga bisa memberikan pengalaman terbaik bagi Anda dalam memotret.

4. Tampilkan Bahu Untuk Dasar Foto Yang Menarik

Bahu Untuk Dasar Foto Yang BagusDalam pemotretan head shots yang sangat focus, hasil foto dapat terlihat begitu berkesan, dinamis dan menakjubkan. Akan tetapi, hindari memotret hanya kepala (saja sebatas leher ke atas) karena dapat membuat hasil foto malah terlihat ganjil,

Karena kepala juga memerlukan sesuatu di sekitarnya dan ini hal tersebut biasanya sering kali tidak diperhatikan (ruang yang sempit) atau lainnya (ruang kosong yang berlebihan).

Coba Anda perhatikan patung-patung yang dipajang di museum, coba anda lihat secara seksama patung tersebut, apa yang terdapat di bagian bawah kepalanya sehingga tampak lebih lengkap? Ya, sepasang bahu, dan anda juga membutuhkan hal yang sama dalam fotografi, karena kepala juga membutuhkan dasar sebagai pelengkap dalam foto pemotretan head shots.

Baca Juga :

5. Beri Ruang Di Depan Subjek

komposisi dalam fotografi adalahKita bahas kembali terkait ruang. Ketika memotret dengan jarak lebih dekat dengan subjek dan menyisakan ruang yang lebih, namun hal tersebut diperlukan juga untuk memperoleh keseimbangan yang tepat,

Seberapa banyak ruang yang perlu disisakan serta di mana penempatannya. Kedua hal ini bisa menjadi begitu kontras ketika dilakukan bersamaan, seperti yang sudah kita bahas diatas.

Idealnya, ketika  anda memotret seseorang dengan satu gaya saja, maka anda perlu menyisakan ruang lebih antara titik pengambilan foto dengan subjek yang akan anda potret dengan membiarkan ruang tersebut sehingga bisa terlihat lebih luas sampai ke bagian belakang foto.

Jadi, walaupun subjek tetap pada satu gaya ataupun berpindah posisi maka foto akan menjadi terlihat lebih baik dengan adanya sisa ruang tersebut.

6. Cermati Saat Kamu Meng-Crop Bagian Tubuh si Model

macam macam komposisi fotografiKetika meng-crop bagian tubuh dari hasil pemotretan subjek, hindari memotong bagian tangan atau kaki subjek anda. Apabila bagian terkecil pada tubuh subjek anda potong,

hal ini dapat menjadikan tampilannya terlihat tidak normal, seperti ada ada kesalahan atau ada sesuatu yang terlewatkan. Kecuali Anda memang memotret subjek dengan lebih mendekat ke subjek, hal ini malah akan membuat semuanya terlihat menjadi lebih jelas dan anda memotretnya lebih fokus.

Sebaiknya ketika meng-crop, biarkan saja bagian tubuh dari hasil pemotreran tersebut tetap ada atau jika memang diperlukan, anda dapat memotong bagian lutut atau siku.

Bagian tubuh terkecil yang dipotong bisa berdampak besar karena model mungkin bisa terlihat ganjil, misalnya seperti kehilangan beberapa jarinya. Anda dapat memotret dengan lebih mendekat ke subjek supaya kepala model dapat lebih fokus ketika dipotret secara keseluruhan dan dapat menghadirkan kesan yang lebih berwarna.

7. Ketahui Batasan – Batasan Komposisi Dalam Fotografi

Batasan - Batasan Dalam FotografiSetelah anda memahami dan menerapkan aturan-aturan dalam fotografi, maka sekarang waktunya untuk membahas batas-batas serta menjalankan dan menerapkannya.

Sebagaimana yang sudah kita bahas sebelumnya bahwa anda menerapkan semua itu untuk tujuan tertentu. Cari tahu mengapa potret tersebut anda susun dengan cara anda serta dampak apa yang mungkin terjadi pada hasil akhir tampilan foto anda.

8. Coba Meng-Crop Di Bagian Kepala

Crop Di Bagian KepalaTerkadang, gambar yang dipotong pada bagian kepala malah bisa menciptakan kesan menarik dan dinamis dalam pemotretan.

Namun perlu anda ingat untuk tidak meng-crop terlalu banyak pada bagian tersebut. Dikhawatirkan model yang anda potret menjadi terlihat aneh serta tidak merata, seperti kehilangan bagian dahinya.

9. Kasih Ruang Lebih Di Belakang Subjek

ruang lebih fotoSebelumnya kita sudah mengulas terkait ruang lebih foto anda yaitu di bagian depan subjek. Sekarang, akan dibahas sebaliknya. Satu hal yang tidak boleh anda lupakan bahwa ketika anda ingin menaklukkan aturan-aturan tersebut, maka anda harus menerapkannya agar anda bisa melakukannya pada foto anda.

Ingatlah, ketika anda merasa hal tersebut perlu untuk dilakukan, maka lakukanlah. Anda bisa membuat keputusan yang berdampak baik dan berharga untuk penempatan subjek dalam tampilan foto anda.

Sebagai contoh, anda bisa membuat ruang yang tersisa disebelah kanan dengan memposisikan subjek anda lebih miring kearah sebelah kiri. Ini dapat menghadirkan kesan yang baik pada foto serta akan menggelitik orang untuk bertanya,

Sebenarnya bagian sebelah mana dari model yang lebih fokus untuk ditunjukkan, sehingga hasil foto dapat menjadi terlihat lebih hidup dan juga bisa membangkitkan atmosfer dalam foto anda.

10. Miringkan Kamera Terbaik-mu

arsitektur atau landscapeKetika anda memotret arsitektur atau landscape, seringkali fotografer perlu memastikan bahwa manakah posisi yang lebih baik untuk memotret, vertikal ataukah horisontal.

Ketika subjek berada dibalik jendela, cara terbaik anda untuk memotretnya adalah dengan miringkan kamera anda. Dibandingkan posisi kamera yang lurus-lurus saja, memotret dengan posisi diagonal dapat menampilkan banyak unsur dan merupakan cara yang menarik.

Perhatikanlah bahwa saat memotret, ketika kamera anda miringkan, ini juga tentu akan menggeser tampilan posisi bahu, dan ini bisa terlihat bagus. Agar model tidak kelihatan kaku, posisikan salah satu bahu agar terlihat lebih tinggi dari bahu lainnya.

Namun, apabila model anda sulit untuk melakukan pose tersebut secara alami, maka Anda tetap bisa menghasilkan foto yang bagus dengan memiringkan kamera ketika memotretnya.

11. Berkreasi Melampaui Teknik Komposisi Fotografi Yang Ada

jenis komposisi fotografiBeranilah menjadi berbeda dan berpikirlah out of the box atau di luar batas. Pahami batasan dalam komposisi dan cobalah hal-hal berikut ini untuk melihat apa yang terjadi.

Posisikan subjek berada pada posisi rule of third untuk pemotretan head shots, berikan banyak ruang pada bagian sekitar kepala serta lakukan eksperimen terhadap aspek yang berbeda ketika pemotretan panorama yang luas maupun dalam ruangan.

Intinya adalah jangan hanya terpaku pada aturan. Teruslah bereksperimen dalam fotografi, pelajari bagaimana hasilnya ketika memotong sedikit atau banyak gambar, baik atau buruk hasilnya memberi kesan seperti apa, kita hanya ingin mendapatkan hasil yang berbeda.

Kesimpulan

Nah kesimpulannya dari artikel ini yaitu, dalam memotret subjek/model dengan cara headshot, yaitu memotret secara lebih dekat, ada banyak hal yang harus diperhatikan. Poin yang paling utama yaitu memperhatikan ruang disekitar subjek supaya foto tidak memiliki kesan sempit.

Anda perlu memahami serta menyusun komposisi tersebut untuk memperoleh hasil foto yang paling baik sehingga model yang anda foto dapat terlihat lebih menawan. Silahkan dipraktekkan ya!

Untuk selanjutnya anda bisa membaca mengenai apa itu golden ratio pada artikel kami yang lain, silahkan mengunjungi beranda dan mencari informasi yang anda butuhkan, terima kasih.

Related Articles

Leave a Comment