Home DSLR 8 Aspek Perbedaan Mirrorless Dan Dslr, Mana yang Terbaik?

8 Aspek Perbedaan Mirrorless Dan Dslr, Mana yang Terbaik?

by Fitno Khaizan

perbedaan mirrorless dan dslrSudah sejak lama dan bisa jadi tidak akan ada habis-habisnya perdebatan panjang tentang kamera mana yang lebih baik antara Mirrorless dan DSLR. Padahal, ada juga jenis kamera lain seperti misalnya jenis kamera pocket, prosumer, dll.

Belum lagi kita dipusingkan dengan jenis ukuran sensor yang berbeda yaitu sensor full-frame dan aps c. Akan tetapi, hanya dua jenis kamera DSLR & mirrorles  yang paling populer yang banyak di miliki oleh kalangan para pecinta fotografi.

Namun pada dasarnya, kedua jenis kamera ini masing-masing memang mempunyai kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Oleh karena itu, jika dihadapkan pada pertanyaan pilih mana, mirrorless atau DSLR, maka jawabannya kembali kepada anda masing-masing.

Karena pilihan terbaiknya tergantung pada banyak hal, Diantaranya yaitu bergantung pada tujuan penggunaan, kebutuhan, dan budget yang anda punya. Sebelumnya kita dengan mudah dapat menyatakan bahwa kamera jenis interchangeable-lens termasuk pada jenis kamera DSLR.

Namun saat ini sudah tidak seperti itu lagi, karena kamera yang lensanya dapat diganti-ganti bukan hanya kamera DSLR, namun juga kamera jenis baru yang saat ini sedang trending dan booming, yaitu kamera Mirrorless.

Apabila anda ingin lebih mendalami lebih serius aktivitas fotografi, maka anda perlu naik kelas dari sebelumnya hanya mengandalkan kamera smartphone dan kamera kompak.

Kamera kompak dan smartphone keduanya bukan kamera dengan lensa interchangeable – lens camera,  atau lensa yang dapat diganti-ganti. Maka gantilah Dengan 2 jenis kamera yang lensanya dapat diganti – ganti,

Dua pilihan utama jenis kamera interchangeable – lens camera yang dimaksud, adalah kamera DSLR atau mirrorless. keduanya sama-sama populer untuk saat ini, dan menjadi pilihan dikalangan fotografer pemula atau professional.

Kamera DSLR dan kamera mirrorless sama – sama merupakan kamera digital dengan fungsi dan tugas yang sama, tetapi masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan yang tentu saja nanti pada gilirannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan anda.

Lalu, sebenarnya apa sih perbedaan mirrorless dengan dslr? Kamera jenis mana yang lebih baik, atau paling baik di antara keduanya? Berikut ini akan diulas kelebihan dan kekurangan kedua jenis kamera tersebut. Yuk kita bahas!

Begini Perbedaan Kamera Mirrorless Dan Dslr

beda dslr dan mirrorlessJenis kamera SLR (Single Lens Reflex) adalah jenis kamera yang sudah hadir selama tidak kurang dari 100 tahun. Sebagaimana keluaran sebelumnya yang berbasis film, kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) masih memakai cermin. untuk pemantulan cahaya ke viewfinder (jendela bidik) dari lensa,

Dengan begitu, apa yang terlihat kamera secara optikal persis dengan yang anda lihat secara nyata. ketika anda memotret, keberadaan cermin pemantul cahaya akan naik dengan cepat, shutter (rana) yang ada di depan sensor segera terbuka dan kemudia cahaya akan ditangkap oleh sensor,

Sehingga pengambilan gambar dapat dilakukan. Setelah itu, untuk menampilkan objek di viewfinder (jendela bidik), maka cermin akan kembali ke posisi semula dengan cepat. anda bisa lihat ilustrasinya dengan gambar dibawah ini.

perbedaan-sensor mirrorless dan dslrSesuai dengan namanya, kamera mirrorless tidak terdapat alat pemantul atau cermin, seperti dalam kamera kompak atau smartphone, karena cahaya masuk melalui lensa dan langsung jatuh tepat ke sensor gambar.

Layar electronic viewfinder atau LCD akan emnampilkan gambar objek, dan kemudian foto atau gambar akan langsung tersimpan setelah anda menekan tombol shutter.

Perbedaan Mirrorless VS dslr, Mana Yang Terbaik ?

Sebenarnya untuk menjawab mana yang lebih bagus diantara kedua kamera adalah hal yang sangat subjektif dan relatif, tergantung kepada anda.

Banyak faktor yang perlu anda pertimbangkan dan anda perhatikan sebelum memilih apakah membeli kamera DSLR atau Mirrorless sebagai kamera yang terbaik untuk anda. Berikut ini ada 8 faktor utama yang perlu anda pertimbangkan, mari kita ulas.

1. Ukuran dan Berat

perbedaan kamera mirrorless dan dslrBobot kamera memang relatif, karena tergantung pada jenis lensa yang dipakai. Secara umum badan kamera DSLR memiliki rata-rata berat 400 s/d 600 gram, dan dari segi ukurannya juga relatif lebih besar,

Karena diperlukan ruangan khusus untuk mekanisme shutter dan untuk cermin pada kamera DSLR. Namun, semakin hari ukuran ruangan tersebut sudah semakin kecil.

Misalnya kamera Canon EOS 100D, dengan bobot ketika lensa zoom kit yang terpasang sekitar 600 gram. Namun sayang, harganya memang cukup mahal, terutama kamera dengan ukuran entry-level. Pilihan model pada Canon EOS 700D memang lebih ekonomis dengan berat 710 gram.

Sementara bodi kamera mirrorless bisa lebih kecil dari DSLR, karena kamera jenis iini tidak mempunyai mekanik shutter dan cermin. Kamera mirrorless juga mempunyai konstruksi yang kompak dan sederhana, seperti misalnya kamera mirrorless Olympus PEN-EPL5 dengan bobot (sudah termasuk lensanya) kurang dari 450 gram.

Untuk kamera mirrorless ukuran paling kecil, ada Panasonic Lumix GM1 dengan besar hanya 204 gram dan ukurannya yang kecil seperti kamera saku sehingga memang pas untuk dikantongi.

Baca Juga : 

2. Akurasi dan Kemampuan Auto Focus

Akurasi dan Kemampuan Auto Focus KAMERAKamera DSLR memakai mekanisme cermin dalam proses phase detect auto focus (PDAF) untuk mengarahkan cahaya ke sensor khusus. Sensor kemudian mengkondisikan lensa ke dalam fokus setelah mengukur konvergensi dari dua berkas cahaya.

Sedangkan untuk mirrorless yang memang tidak menggunakan mekanisme cermin, umumnya kamera jenis ini membutuhkan proses yang disebut sebagai Contrast Detect Auto Focus (CDAF) yang relatif lebih lambat. Proses CDAF yang dimaksud merupakan metode yang mirip dengan yang dipakai pada kamera smartphone dan kamera point and shoot.

Sensor gambar membidik sebagian kecil dari objek gambar yang sedang diambil, kemudian melakukan tes sejauh mana ketajaman objek yang bisa ditangkap, tes lagi hingga diperoleh fokus yang paling sesuai dan paling bagus.

Pada kondisi cahaya minim atau rendah, proses deteksi fokus tergolong sangat lambat dalam menangkap dan membidik objek. Terlebih untuk objek yang sedang bergerak, karena gerakan objek yang cepat memperlambat pendeteksian tangkapan kamera.

Namun tidak pada kamera mirrorless terbaru seperti Olympus OM-D EM-1 yang sudah bisa fokus secepat kamera DSLR karena didukung dengan prosesor yang lebih cepat sehingga bisa dengan lebih cepat mendeteksi kontras, meski belum bisa menyamai PDAF untuk foto sport.

Bahkan model kamera mirrorless yang baru akhir-akhir ini hadir dengan teknologi sistem AF yang tidak melulu PDAF atau CDAF tetapi bisa lebih canggih lagi.

Seperti Sony yang sedang mengembangkan teknologi hybrid AF yang mengkombinasikan phase detection dan contrast detection atau Panasonic yang dilengkapi dengan DFD (Depth from Defocus) atau Canon dengan fitur AF Dual Pixel-nya.

3. Previewing Object

viewfinder camera   Hal ini merupakan hal utama yang membedakan kamera mirrorless dengan kamera DSLR, yaitu kamera mirrorless tidak mempunyai optical viewfinder atau jendela bidik optic.

Proses pengambilan framing atau gambar di kamera mirrorless terjadi melalui layar LCD atau electronic viewfinder/EVF (jendela bidik electronic). Pada kamera DSLR,  pengguna bisa melihat secara langsung gambar optical,

Dan biasanya hasil foto-nya lebih tajam, responsive, jernih, dan lebih cerah daripada yang elektronik, dan inilah yang menjadi kelebihan viewfinder yang ada di kamera DSLR.

Akan tetapi, kendalanya kadang di siang hari yang cerah, layar LCD pada kamera mirrorless yang menangkap preview gambar menjadi susah untuk dilihat, kecuali generasi terkini electronic viewfinder yang sudah lebih responsive dan cerah,

Dimana informasi yang ditampilkan ada banyak dalam histogram dan preview gambar tampilannya tidak berbeda dengan yang akan tersimpan nantinya.

Teknologi electronic viewfinder (EVF) kedepannya diharapkan dapat semakin baik, yaitu dengan kebutuhan ruang dan ukuran yang lebih kecil, namun hasilnya dapat sebagus kejernihan optical viewfinder.

Walaupun kecil, tetapi kamera mirrorless cukup nyaman dipakai untuk melihat kembali playback video atau gambar yang telah direkam, karena rata-rata sudah memiliki LCD yang berukuran 3 inchi .

4. Kualitas Video

kamera DSLR high-endPerbedaan yang mencolok pada kamera mirrorless generasi pertama juga terletak pada kualitas gambar dan video yang dihasilkan, disebabkan oleh banyaknya warna yang tidak cerah maupun noise lainnya.

Sedangkan untuk kamera mirrorless generasi terkini, perbedaannya dengan kamera DSLR dari segi kualitas hasil video dan gambar hampir tidak terlihat karena giatnya vendor untuk terus berinovasi dan memakai prosesor dan sensor yang lebih baik.

Kalau sebelumnya kamera DSLR high-end memakai sensor yang begitu besar yang dikenal dengan sensor full frame, maka sekarang ini kamera mirrorless pun telah juga memiliki sensor full frame, seperti misalnya pada Sony A7R dan A7. Tentunya hal tersebut dapat membuat kualitas dan kinerja kamera mirrorless semakin meningkat.

Disamping memiliki body yang kompak dan ringan, kamera mirrorless juga memiliki performa yang baik ketika dipakai untuk merekam video ketika sedang dalam perjalanan.

Hasil rekaman video dengan memakai kamera mirrorless sekarang ini dapat menyamai hasil kamera DSLR karena sudah didukung oleh teknologi video hingga resolusi 4K yang terpasang di kamera mirrorless.

Bahkan, sebagian fotografer mengakui bahwa video yang direkam menggunakan kamera mirrorless malah lebih tajam daripada yang dihasilkan kamera DSLR.

5. Kecepatan Shutter

Kecepatan Shutter speed kameraMekanisme shutter yang ada pada kamera mirrorless sangat fleksibel dan tidak berisik, dan inilah yang menjadi perbedaan yang paling jelas dirasakan dibandingkan dengan shutter pada kamera DSLR.

Pada kamera DSLR, ketika menekan tombol shutter, pada mirror terjadi flip up, sedangkan dengan kamera mirrorless yang tidak berisik, pengguna bisa mengambil foto candid tanpa khawatir ketahuan.

Walaupun begitu, shutter pada kamera DSLR masih dianggap lebih cepat dibanding shutter kamera mirrorless, sehingga kamera mirrorless dianggap kurang cocok dipakai oleh anda dalam rangka memotret objek yang bergerak cepat.

Sebagian kamera mirrorless telah dibekali electronic shutter yang dilakukan tanpa pergerakan mekanik sehingga kecepatannya mampu mencapai 1/32.000 detik dan menghasilkan shutter tanpa suara. Akan tetapi, jika anda menggunakan mode ini akan muncul sejumlah efek samping, salah satunya yaitu terjadinya jello effect.

6. Kapasitas Baterai

Kapasitas Baterai Kamera mirrorlessKamera mirrorless secara umum dinilai mempunyai baterai yang lebih cepat habis dibandingkan kamera DSLR. Hal ini dapat terjadi karena untuk melakukan Live View dari sensor ke LCD, kamera mirrorless memerlukan daya yang lebih besar, apalagi baterainya yang juga berukuran kecil karena menyesuaikan dengan bodi kamera.

Sedangkan untuk kamera DSLR, mungkin tidak memerlukan daya sama sekali karena memakai jendela bidik optik (optical viewfinder) sehingga baterai lebih hemat.

Meskipun begitu, baterai kamera DSLR juga dapat cepat habis apabila kamera memakai mode Live View dalam waktu lama. Rata-rata kamera mirrorless hanya mampu memotret 200 – 400 foto saja dalam satu kali pengisian baterai, sedangkan untuk kamera DSLR biasanya mampu memotret 700 – 1000 foto.

7. Kelengkapan Lensa dan Aksesoris

Kelengkapan Lensa dan Aksesoris Kamera mirrorlessTampilan Kamera mirrorless memang begitu menarik karena memiliki bodi yang kompak, ramping dan mungil serta mempunyai pengaturan yang sederhana dan simpel.

Kamera mirrorless juga dilengkapi dengan beragam aksesoris, termasuk lensa fish eye yang saat ini lagi trend. Anda dapat sesuka hati mengganti lensa kameranya sama seperti pada kamera DSLR karena kamera ini mempunyai teknologi Mirrorless Interchangeable Lens Camera (MILC).

Kamera mirrorless mempunyai flange distance (jarak antara kamera dan sensor) yang pendek sekali sehingga lensa apapun yang sesuai dapat digunakan pada kamera mirrorless yang tentunya bergantung pada adapter yang tepat.

8. Dari Segi Harga

 harga dengan kamera DSLR Satu lagi poin yang penting namun lebih sensitif, yaitu terkait dengan harga. Kalau dilakukan perbandingan harga dengan kamera DSLR, maka rata-rata harga kamera mirrorless memang lebih mahal.

Tetapi dalam sejumlah tipe kamera, ada juga kamera DSLR khususnya yang entry level yang lebih murah dari pada kamera mirrorless. Canon EOS M3 15 – 45 mm dan Canon EOS M10 Kit 15 – 45 mm adalah contoh kamera mirrorless yang paling banyak diburu pembeli dengan harganya sekitar 5 jutaan,

Dan ada juga kamera mirrorless dengan harga 3 jutaan, seperti Nikon 1 J3 Kit 10 – 30 mm, Panasonic Lumix DMC-GF3K Kit, Pentax Q-7 Kit 5 – 15 mm, dan lain sebagainya.

Juga terdapat kamera mirrorless yang memang lebih mahal, yaitu kamera mirrorless yang telah menggunakan teknologi terkini seperti Leica M240 Body yang dibandrol seharga 90 jutaan atau bahkan Leica M-Monochrom (tipe 246) yang dilepas di pasaran dengan harga mencapai Rp. 109.550.000!

Nah, kalau anda memang ingin kamera mirrorless atau pun kamera DSLR yang lebih baik, kamera yang mempunyai spesifikasi dan fitur yang lebih baik dan lebih tinggi dapat anda pilih sebagai investasi meskipun dengan harga yang mahal,

namun harus sepadan dari kedua perbedaan hasil jepretan kamera mirrorless dan dslr, seperti pepatah yang mengatakan “ada harga ada kualitas”

Nah, dari perbandingan yang sudah diuraikan diatas terkait perbedaan mirrorless dan dslr, manakah yang akan Anda pilih? saya yakin anda sudah paham beda mirrorless dengan dslr dari uraian diatas

Related Articles

Leave a Comment