Home FOTOGRAFI 10 Teknik Pencahayaan Fotografi Yang Wajib Kamu Tahu

10 Teknik Pencahayaan Fotografi Yang Wajib Kamu Tahu

by Fitno Khaizan

teknik pencahayaan fotografiSetiap orang pasti suka berfoto, Dengan maraknya keberadaan kamera DSLR murah di pasaran karena kebanting harga mirrorles yang cukup mahal, belum lagi munculnya gadget yang kwalitas fotonya gak kalah bagus dengan harga yang terjangkau , siapa yang tidak tertarik untuk berfoto?

Jika kamu termasuk salah satu orang yang menyukai fotografi, maka kamu mungkin sudah mengetahui satu atau dua teknik pencahayaan fotografi dasar untuk membuat foto yang dihasilkan terlihat keren!

Tetapi jika kamu ingin lebih meningkatkan keterampilan fotografi, maka kami akan berbagi informasi tentang 12 teknik dasar pencahayaan fotografi agar dapat membantu kamu untuk menghasilkan foto yang sempurna.

Mengenal Jenis Pencahayaan Dalam Fotografi

Pencahayaan lighting merupakan faktor terpenting yang menentukan hasil yang maksimal. Seorang Fotograper harus mencermati faktor ini. karena lighting dalam fotografi menjadi faktor penentu kualitas hasil pemotretan.

Perlu anda ketahui, light merupakan teknik sumber cahaya utama atau yang terkuat, dan merupakan cahaya dominan untuk objek foto dalam memanfaatkan arah dari cahaya yang datang,

contohnya dengan memakai front light (lampu depan) terus kamu mengambil jepretan di samping objek atau di belakang objek. Ok! tanpa perlu berlama-lama, mari kita simak ulasan Teknik Pencahayaan Fotografi dibawah ini:

1. Teknik Side Light

Teknik Side Light fotografi

Teknik Side Light

Teknik side light ini umumnya sering digunakan pada foto berwarna hitam-putih, dengan memanfaatkan cahaya yang datang di samping objek, Kemudian, posisi datangnya bayangan tepat berada di posisi lain.

Sehingga, memberikan kesan dalam bentuk dimensi yang kuat, dan sering dipakai pada foto Lanskap atau arsitektur. teknik pencahayaan fotografi juga bakal menguatkan tekstur dari objek foto

2. Teknik Back Light

Teknik Back Light fotografi

Teknik Back Light

Khusus Teknik Back Light ini sangat populer, pasti gak asing di telinga kalian, Banyak sekali yang mengkombinasikan teknik ini dengan subjek (foto model),

Sehingga bikin subjek akan lebih berdimensi namun tetap soft dengan cahaya matahari pada bagian belakang objek. 3 Tips Teknik Back Light untuk anda perhatikan:

– Wajah Model

Disaat memfoto muka model yang biasanya membelakangi matahari akan kelihatan gelap, Tatkala dibandingkan latar dibelakangnya. Manfaatkan reflektor (cahaya tambahan) pada bagian depan si model yang nanti hasilnya tidak terlalu kontras dengan background.

– Gunakan Kompensasi Eksposure

Jangan menggunakan mode aperture priority, Mengapa demikian? karena nantinya hasil fotomu jadi terlihat terlalu kontras. Kamu gunakan saja kompensasi eksposure untuk menurunkan dan menaikkan eksposure pada grafik metering kamera sampai kamu dapat hasil yang maksimal.

– Posisikan Model di Depan Matahari

Pada posisi ini, si model berdiri di depan cahaya dari matahari, tanpa adanya cahaya diwajah. Rubahlah pada setingan kamera-mu dari mode metering ke spot metering, lalu arahkan pada bagian wajah model sehingga bisa mendapatkan eksposure yang lebih baik.

3. Tehnik Rim Light

Tehnik Rim Light fotografi

Tehnik Rim Light

Tehnik Rim Light yaitu memanfaatkan efek yang muncul disaat cahaya dari samping ataupun dari belakang lebih kuat Ketimbang cahaya yang dari arah depan, Yang nantinya membentuk garis tipis dibagian tepi dari sebuah objek.

Disaat sinar matahari sedang terbit, rim light ini kerap muncul. POI dengan rim light akan bagus untuk difoto. Terlebih jika POI berkontur gelombang. teknik pencahayaan fotografi ini dapat kamu temukan dengan cara menggeser posisi untuk menghasilakn sudut bidik yang ideal.

4. Teknik Oval Light

Teknik Oval Light dalam fotografi

Teknik Oval Light

Teknik Oval Light yang satu ini adalah dengan menggunakan sumber arah cahaya dari sudut 45º dari posisi fotografer berdiri. mungkin sekitar seperempat dari posisi objek yang akan difoto yang nantinya terdapat sekilas bayangan di bagian belakang objek.

Baca Juga :

5. Teknik Pencahayaan Terpisah (Split Lighting)

Teknik Split Lighting

Teknik Split Lighting

Teknik Split Lighting atau Pencahayaan terpisah adalah teknik di mana wajah subjek agak dibagi menjadi dua bagian yang sama (satu muncul pada cahaya dan yang lainnya dalam bayangan).

Teknik pencahayaan sederhana ini biasanya digunakan dalam karya seni dan gambar dramatis yang mencakup potret. Untuk mencapai efek ini, cukup iluminasi setengah dari potret subjek Anda dan ambil foto secara langsung.

Salah satu hal yang dapat Anda lakukan untuk menekankan efek pencahayaan split foto adalah dengan mencari garis di tengah wajah subjek. Karena sumber cahaya diposisikan 90 derajat dari wajah subjek,

Anda akan melihat garisnya. Jika tidak, maka subjek mungkin telah pindah. Sebagai tips tambahan, kamu mungkin ingin mengonversi foto menjadi hitam putih . kami berpikir bahwa itu terlihat jauh lebih baik dan dramatis seperti itu.

jika kamu memakai teknik pencahayaan fotografi ini, kamu perlu memposisikan sumber cahaya harus diposisikan 90 derajat ke kiri atau ke kanan subjek.

6. Teknik Pencahayaan Kupu-Kupu (Butterfly lighting)

Teknik Butterfly lighting

Teknik Butterfly lighting

Teknik Butterfly lighting  atau Pencahayaan kupu-kupu menciptakan bayangan seperti kupu-kupu tepat di bawah hidung model. Sumber cahaya harus berada di belakang dan di atas kamera saat menggunakan teknik ini.

Sebagai aturan umum, ketika model kamu memiliki wajah yang agak bulat, lebih baik menggunakan teknik pencahayaan split atau loop (mungkin akan kami bahas nanti) di atas pencahayaan kupu-kupu karena keduanya membantu menciptakan ilusi wajah yang lebih ramping.

Meskipun ada beberapa cara untuk mencapai pencahayaan kupu-kupu, salah satu cara Anda dapat mewujudkannya adalah dengan memposisikan sumber cahaya sedikit di atas kepala subjek dan di belakang kamera.

7. Teknik Pencahayaan lingkaran (Loop lighting)

Teknik Loop lighting

Teknik Loop lighting

Teknik Loop lighting adalah salah satu teknik paling populer karena konon mudah untuk dicapai. Teknik ini menciptakan bayangan berbentuk lingkaran di bawah hidung model.

Saat menggunakan teknik ini, bayangan hidung subjek dipantulkan di pipi mereka tetapi bayangan hidung tidak boleh menyentuh bayangan pipi.

Sumber dari teknik pencahayaan fotografi ini biasanya 30 sampai dengan 45 derajat di atas ketinggian mata untuk mendapatkan jenis bayangan yang Anda inginkan.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa itu harus sedikit di atas ketinggian mata subjek, sehingga bayangan hidung mengarah ke bawah ke arah mulut subjek.

8. Teknik Pencahayaan Rembrandt (Rembrandt lighting)

Teknik Rembrandt lighting

Teknik Rembrandt lighting

Teknik Rembrandt lighting, Kenapa ini dinamai Rembrandt, dikarenakan seorang pelukis yang sering menggunakan pola pencahayaan ini. Yang membuat pencahayaan Rembrandt adalah segitiga cahaya di pipi objek.

Berbeda dengan pencahayaan lingkaran, dimana bayangan hidung dan bayangan pipi tidak bertemu, pencahayaan Rembrandt adalah kebalikannya.

Teknik ini membuat foto lebih dramatis. Secara teknis, segitiga tidak boleh lebih panjang dari hidung dan tidak lebih lebar dari mata. Sangat ideal jika menggunakan teknik ini pada model dengan wajah bulat atau penuh, sehingga itu membuat wajah mereka lebih ramping dan menambah definisi.

Jika Kamu tertarik memakai teknik pencahayaan fotografi yang satu ini, Sumber cahaya harus berada di atas kepala model dan subjek harus sedikit menjauh dari cahaya agar bayangan hidung jatuh ke arah pipi. Ini mungkin memerlukan sedikit percobaan karena tidak semua wajah orang cocok dengan teknik ini.

9. Teknik Pencahayaan Pendek (Short lighting)

Teknik Short lighting

Teknik Short lighting

Teknik Short lighting atau Pencahayaan pendek yaitu teknik yang sempurna jika kamu ingin membuat wajah model kamu terlihat lebih ramping.

Dalam teknik ini, sisi wajah subjek diarahkan ke kamera. Sisi yang diarahkan kemudian berada dalam bayangan yang memungkinkan lebih banyak pahatan dan kualitas 3D. Wajah subjek harus menghadap ke sumber cahaya untuk mendapatkan efek pencahayaan yang pendek.

Penting bagi kamu untuk memperhatikan bayangan wajah model kamu. Tips penting untuk diingat saat menggunakan teknik ini yaitu sebagian besar wajah subjek harus berada dalam bayangan.

10. Teknik Pencahayaan Luas (Broad lighting)

Teknik Broad lighting

Teknik Broad lighting

Teknik Broad lighting, Teknik Ini adalah kebalikan dari teknik pencahayaan pendek (Short lighting). Saat menggunakan ini, sebagian besar wajah subjek diterangi, sementara sebagian kecilnya berada dalam bayangan .

Sebaiknya gunakan teknik ini saat memotret seseorang dengan wajah ramping atau kecil. Pencahayaan luas menciptakan ilusi membuat wajah Anda tampak lebih luas (demikianlah nama tekniknya).

bisa dikatakan, jika model kamu merasa terlalu kurus, maka menggunakan teknik ini akan membantu memecahkan masalah itu. Ide kreatif lainnya untuk menggunakan tips ini adalah ketika model kamu memiliki bekas luka di wajah mereka, atau segala jenis cacat.

Jika mereka merasa tidak nyaman tentang hal itu dan tidak ingin itu tampil di foto, kamu bisa menyembunyikannya di bayangan. Untuk mencapai teknik semacam ini, wajah model harus dijauhkan dari sumber cahaya. Mayoritas wajah subjek harus memiliki cahaya paling terang dan harus menghadap kamera.

Kesimpulan

Beberapa dari kita sudah menggunakan teknik pencahayaan fotografi ini bahkan tanpa mengetahui apa itu artinya. Yang lain telah mencapai titik ini hanya dengan seni murni atau menggabungkan kreatifitas dengan intuisi. Apapun permasalahanmu, kami harap kamu telah belajar banyak dari artikel ini.

Jika Anda memiliki teknik pencahayaan fotografi yang ingin Anda bagikan (dan saya yakin Anda punya), silakan bagikan di bagian komentar di bawah.

Related Articles

Leave a Comment